Tahun 2006, lima belas juta burayak koi
ditetaskan di “Sakai Fish Farm”- Jepang. Setelah melalui proses seleksi
yang ketat hanya 120.000 ekor yang dinyatakan lolos seleksi, jadi
retensinya hanya 0,8%. Dari 120.000 ekoe koi ini, masih terus diseleksi
dan akhirnya hanya 5.000 ekor saja yang dinyatakan sebagai tategoi (koi
muda yang bagus dan berpotensi). Jadi retensi akhirnya hanya 0,03%.
Proses Seleksi
Seleksi pertama (Ichiji Senbetsu) dilakukan 40 hari setelah burayak menetas. Koi “Maruten Wakashoryu”
menghasilkan 495.000 burayak. Jumlah ini adalah jumlah yang sangat
banyak, namun setelah proses seleksi pertama, yang lolos 59.100 ekor
saja atau 12%. Koi “Rainbow” menghasilkan burayak yang lebih banyak
lagi, yakni 627.00 ekor. Namun setelah proses seleksi yang ketat, hanya
27.700 ekor saja yang tersisa atau 4,4% dari total sebelumnya.
![]() |
| Senbetsu (Proses Seleksi Ikan Koi) di Lakukan Secara Cermat Agar Mendapatkan Ikan Koi Dengan Kualitas Terbaik |
Dua puluh hari setelah seleksi pertama, koi memasuki proses seleksi yang kedua (NIji Senbetsu). Dalam proses seleksi yang kedua ini jumlah “Maruten Wakashoryu”
berkurang dari 59.100 menjadi 13.700 ekor dan jumlah “Rainbow” yang
lolos seleksi hanya 3.860 ekor dari 27.700 ekor. Seleksi ketiga
dilakukan setelah 50 hari setelah seleksi kedua. Seleksi ini menjadi
tahap penentuan koi yang lolos menjadi tategoi. Seleksi ketiga akhirnya meloloskan 2.183 tategoi “Maruten Wakashoryu”, sedangkan jenis “Rainbow” hanya 299 ekor yang lolos.
Seleksi tahap keempat dilakukan untuk memisahkan jantan dan betina. Dalam proses ini setengah dari 2.183 “Maruten Wakashoryu”
diidentifikasikan sebagai jantan. Selanjutnya selama 4 bulan berikutnya
koi mengalami tiga kali proses penyaringan atau seleksi yang lebih
ketat lagi. Akhirnya, setelah melewati proses yang begitu panjang dengan
seleksi yang ketat dan sulit, jumlah “Maruten Wakashoryu” yang lolos hanya 310 ekor koi. Sedangkan untuk jenis “Rainbow” hanya 65 ekor saja.
Bayamgkan untuk jenis “Rainbow”
dari jumlah burayak awal 627.000, hanya 65 ekor saja yang lolos seleksi
berarti hanya 0,01 saja !. Mungkin inilah yang menjadi salah satu
faktor, mengapa koi yang bersal dari Jepang berkualitas baik dengan
harga yang lebih mahal pula, dimana mereka melakukan proses seleksi yang
sangat ketat pula.
Sumber : Omtim
Sumber : Omtim

0 komentar:
Posting Komentar