Artikel.Ga

Kumpulan Artikel Bermanfaat

Minggu, 19 Januari 2014

Beberapa Definisi Akuakultur

Istilah Akuakultur atau budidaya perairan belum dikenal secara meluas dikalangan masyarakat. Masyrakat pada umumnya masih menganggap perikanan identik dengan penangkapan ikan dilaut. Selain itu, akuakultur sering kali dianggap sebagai kegiatan rumah tanggan dan dimasukkan sebagai wahana untuk memenuhi pangan sehari-hari. Anggapan itu sering terjadi pada budidaya ikan di kolam-kolam air tawar yang kebanyakan merupakan lahan-lahan perkarangan dengan luasan lahan yang sempit. 

Dewasa ini, terdapat bermacam-macam definisi tentang akuakultur. Namun demikian, definisi tersebut masih bersifat parsial, belum mencakup berbagai aspek terkait dengan kegiatan akuakultur sebagai suatu usaha. Define yang diberikan oleh Komisi Akuakultur (Aquaqulture Steering Commite) FAO pada tahun 1998, misalnya hanya menyatakan bahwa akuakultur adalah budidaya jasad perairan termasuk ikan, kerang-kerangan, udang-udangan dan tanaman air. Selanjutnya dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan budidaya dalam definisi tersebut adalah berupa intervensi dalam proses pemeliharaan untuk peningkatan produksi, seperti penebaran, pemberian pakan, pemberantasan hama dan penyakit, serta yang lainnya (van Houtee et al.,1998). Definisi tersebut hanya bertitik berat pada aspek teknis-biologis.

Definisi lain yang diberikan Avault (1996) yang sudah mencakup aspek komersial akuakultur adalah sebagai berikut : budidaya perairan atau akuakultur adalah budidaya tumbuhan dan hewan yang dilakukan di lingkungan perairan tawar, payau, dan laut dengan tujuan komersial. Avault juga memberi batasan akuakultur sebagai suatu kegiatan budidaya dimana hasil panen yang dapat diprakirakan, dapat dikelola dan ditumbuhkan. Dalam perairan yan dimiliki atau disewa. Dengan demikian, didalam definisi tersebut belum termasuk merawat/memelihara ikan dalam akuarium tawar ataupun laut sebagai kegemaran (hobi) atau kegiatan konservasi.
Read More

Senbetsu (Proses Seleksi Ikan Koi)

Tahun 2006, lima belas juta burayak koi ditetaskan di “Sakai Fish Farm”- Jepang. Setelah melalui proses seleksi yang ketat hanya 120.000 ekor yang dinyatakan lolos seleksi, jadi retensinya hanya 0,8%. Dari 120.000 ekoe koi ini, masih terus diseleksi dan akhirnya hanya  5.000 ekor saja yang dinyatakan sebagai tategoi (koi muda yang bagus dan berpotensi). Jadi retensi akhirnya hanya 0,03%.

Proses Seleksi

Seleksi pertama (Ichiji Senbetsu) dilakukan 40 hari setelah burayak menetas. Koi “Maruten Wakashoryu” menghasilkan 495.000 burayak. Jumlah ini adalah jumlah yang sangat banyak, namun setelah proses seleksi pertama, yang lolos 59.100 ekor saja atau  12%. Koi “Rainbow” menghasilkan burayak yang lebih banyak lagi, yakni 627.00 ekor. Namun setelah proses seleksi yang ketat, hanya 27.700 ekor saja yang tersisa atau 4,4% dari total sebelumnya.
Proses Seleksi Ikan Koi
Senbetsu (Proses Seleksi Ikan Koi) di Lakukan Secara Cermat Agar Mendapatkan Ikan Koi Dengan Kualitas Terbaik
Dua puluh hari setelah seleksi pertama, koi memasuki proses seleksi yang kedua (NIji Senbetsu). Dalam proses seleksi yang kedua ini jumlah “Maruten Wakashoryu” berkurang dari 59.100 menjadi 13.700 ekor dan jumlah “Rainbow” yang lolos seleksi hanya 3.860 ekor dari 27.700 ekor. Seleksi ketiga  dilakukan setelah 50 hari setelah seleksi kedua. Seleksi ini menjadi tahap penentuan koi yang lolos menjadi tategoi. Seleksi ketiga akhirnya meloloskan 2.183 tategoi “Maruten Wakashoryu”, sedangkan jenis “Rainbow” hanya 299 ekor yang lolos.

Seleksi tahap keempat dilakukan untuk memisahkan jantan dan betina. Dalam proses ini setengah dari 2.183 “Maruten Wakashoryu” diidentifikasikan sebagai jantan. Selanjutnya selama 4 bulan berikutnya koi mengalami tiga kali proses penyaringan atau seleksi yang lebih ketat lagi. Akhirnya, setelah melewati proses yang begitu panjang dengan seleksi yang ketat dan sulit, jumlah “Maruten Wakashoryu” yang lolos hanya 310 ekor koi. Sedangkan untuk jenis “Rainbow” hanya 65 ekor saja.

Bayamgkan untuk jenis “Rainbow” dari jumlah burayak awal 627.000, hanya 65 ekor saja yang lolos seleksi berarti hanya 0,01 saja !. Mungkin inilah yang menjadi salah satu faktor, mengapa koi yang bersal dari Jepang berkualitas baik dengan harga yang lebih mahal pula, dimana mereka melakukan proses seleksi yang sangat ketat pula.

Sumber : Omtim
Read More

Selamat Datang di Artikel.ga

Selamat Datang di Artikel.ga, semoga artikel artikel disini bermanfaat :)
Read More

© Artikel.Ga, AllRightsReserved.

Designed by Omtim Blog